HIKMAH

Matematika dan Kehidupan

| Jumat, 13 Juli 2018 - 19:59:20 WIB | dibaca: 371 pembaca

 

Matematika kerap dipersepsikan sebagai momok menakutkan bagi orang tua, apalagi para pelajar. Karena matematika dianggap salah satu pelajaran yang sangat menakutkan, sebagian besar siswa tidak ingin mengikuti pelajaran tersebut. Kenapa matematika sangat dihindari? Padahal ilmu ini sangat bermanfaat dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sama halnya dengan kehidupan, banyak orang  yang coba lari dari masalah yang dihadapi karena peliknya kehidupan saat ini. Padahal, masalah itu justru bisa menempa proses pendewasaan dan kematangan diri.

Singkat kata, banyak orang menghindari matematika dan masalah kehidupan. Keduanya dihindari karena kita semua merasa sulit menjalaninya.

Matematika itu ilmu pasti dan kehidupan adalah kepastian yang sudah di tetapkan Ilahi Robbi.

Dalam menyelesaikan matematika berujung kepada benar atau salah, sama halnya dengan kehidupan, berujung pada kesenangan atau kesusahan, kebaikan atau keburukan, surga atau neraka.

Dalam penyelesaian matematika dikenal banyak strategi yang dapat digunakan, di mana strategi tersebut bisa tepat ataupun sangat tepat, tapi tidak menutup kemungkinan salah strategi.

Sama halnya dengan  kehidupan, dalam penyelesaian masalah banyak cara, tinggal bagaimana kita bisa menyikapi semua yang terjadi. Karena salah menyikapi bisa berujung kepada ketidakbahagiaan.

Seharusnya orang-orang yang mendalami ilmu matematika adalah orang-orang yang bisa banyak berpikir dalam kehidupan, dan dapat memilih banyak alternatif, inilah sesungguhnya hakikat bermatematika.

Jika hanya sebatas ahli dalam menjawab soal, maka tidak bisa di sebut pemecahan masalah sejati. Menurut para ahli, salah satunya Ruseffendi (2006) mengatakan, kemampuan pemecahan masalah tidak hanya berlaku pada pendalaman terhadap matematika itu sendiri, melainkan pada bidang studi lain serta dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, untuk menghasilkan problem solver sejati, kita juga harus cermat dalam melangkah dalam kehidupan sebagaimana kita memilih strategi dalam penyelesaian masalah.

Semoga kita semua dalam lindungan dan bimbingan Yang Maha Kuasa, ALLAH SUBHANAA WATA'AALA.

Aamiin.

Teguh Imam Agus Hidayat

Litbang Klinik Pendidikan MIPA  

Jakarta-Bogor, 13 Juli 2018