Home HUMAS Bang Read1 Luncurkan Becak Wisata Religi || (BESTARI)

Bang Read1 Luncurkan Becak Wisata Religi || (BESTARI)

91
0
SHARE
Bang Read1 Luncurkan Becak Wisata Religi || (BESTARI)

Bogorplus.com-Bogor, Jawa Barat – Ragam transportasi publik yang kian menjamur semakin berdampak sepinya penumpang dan berkurangnya pendapatan bagi pengemudi becak sebagai alat transportasi tradisional. Namun, berkat buah gagasan Ridwan Hasan Saputra (RHS), para pengemudi becak yang acapkali mangkal di Komplek Taman Pagelaran, Ciomas, Kab. Bogor, kini menjelma sebagai transportasi wisata yang bernama BESTARI (Becak Wisata Religi).

Hal tersebut diungkapkan Herman Hadiwijaya selaku Penanggung Jawab Program. “BESTARI (Becak Wisata Religi) ini adalah salah satu kelanjutan dari program pelatihan suprarasional yang telah mereka ikuti pada hari Minggu (28/07/2019) lalu,” ungkap Herman Hadiwijaya.

Herman mengatakan, eksistensi moda transportasi lawas ditengah modernisasi adalah hal yang menarik. Pasalnya, selain menjadi tambahan income bagi pengemudi becak, BESTARI juga menjadi sarana wisata yang mengandung nilai edukasi bagi masyarakat, khususnya dikalangan pelajar.

“Pertama, peserta yang sedang mengikuti kegiatan di Klinik Pendidikan MIPA diajak berkeliling menikmati perjalanan pagi di desa Laladon. Mereka juga disuguhkan dengan pemandangan hamparan sawah yang luas, sehingga kegiatan tersebut dapat menjadi sarana refreshing disela-sela proses belajar.  Kedua, peserta (khususnya pelajar) dapat berinteraksi dan mengambil hikmah dari pengalaman hidup pengemudi becak. Sehingga para peserta akan merasa lebih bersyukur dan termotivasi untuk senantiasa menjadi lebih baik dalam menapaki kehidupan di masa depan,” ujar Kang Herman (sapaan akrabnya).

Meski perdana beroperasi pada hari Rabu (18/09/2019) kemarin, BESTARI langsung mendapat respon positif dan disambut gembira salah satu orangtua siswa Klinik Pendidikan MIPA, Mainita Hidayati. Ia mengaku bersyukur dengan hadirnya BESTARI. “Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada KPM yang telah menghadirkan becak wisata religi. Sehingga anak saya semakin bersemangat mengikuti kegiatan Suprarational Math Camp (SMC) bersama KPM,” ujarnya. 

Menurut Mainita, hadirnya kegiatan tersebut memiliki makna yang berarti bagi kehidupan putranya agar semakin bersyukur dari pengalaman hidup tukang becak untuk kemudian dijadikan hikmah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dari perjalanannya bersama tukang becak, anak saya pun sampai menangis setelah mendengar kisah Sang Tukang Becak yang menggantungkan hidupnya hanya dari menarik becak karena minimnya keterampilan dan faktor pendidikan. Dari pengalaman tersebut, saya bersyukur anak saya semakin termotivasi untuk semangat belajar dan mengasah keterampilan demi kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.

Ardito Rahkmanov, salah satu peserta SMC asal SDN Cibuluh 1 Bogor, merasa senang setelah mengikuti wisata becak religi karena selama ini sudah jarang naik becak. Hal senada diungkapkan Alice Aneira Earlaene, pelajar asal SDI Assuryaniyah Bekasi tampak sumringah ketika diajak berkeliling melihat hamparan sawah dipagi hari, sehingga membuat semangat belajarnya pun semakin meningkat.

Tim Media

Tulisan ini sudah pernah tayang di www.bogorplus.com dan www.republika.co.id

Video Terkait: